Tahukah Anda ?
Proyeksi
penduduk serta estimasi rata-rata harapan hidup penduduk Indonesia menunjukkan
transisi demografi yang cukup signifikan. Pada tahun 2005 rata-rata usia
harapan hidup sekitar 67,8 tahun meningkat menjadi 70 tahun antara tahun
2005-2010. Persentase penduduk lanjut usia, yaitu seseorang yang berusia di
atas 60 tahun, sekitar 9,5% pada tahun 2005 akan menjadi 11% atau sekitar 28
juta pada tahun 2020 (Bappenas, BPS, dan UNFPA, 2005).
Dari
segi kesehatan, hasil survey Kesehatan Rumah Tangga tahun 2002 menunjukkan
bahwa penyakit hipertensi berada pada urutan pertama diderita lansia (42,9%),
diikuti oleh penyakit sendi (39,6%), anemia (46,3%), dan penyakit jantung dan
pembuluh darah (10,7%). Lansia yang mengalami keterbatasan fungsi tubuh sekitar
88,9% dan keterbatasan partisipasi sekitar 43,4% (Depkes RI, 2002).
Hal
ini menunjukkan bahwa transisi demografi akan membawa akibat terjadinya
transisi epidemiologi, Dapat diprediksi bahwa penyakit degeneratif dan
keganasan juga akan makin sering dijumpai sehingga pasien geriatric yang antara
lain ditandai dengan penyakit multipatologi akan memerlukan pertolongan.
Masalah psikososial yang sering dijumpai pada lansia menambah berat beban
keluarga dan masyarakat. Dari segi sosial, lansia mengalami penurunan interaksi
antara diri lansia dengan kelompok. Pada interaksi ini kelompok yang lebih
mempunyai kuasa akan mendapatkan keuntungan yang besar, yang pada umumnya
adalah kelompok yang lebih muda. Hal tersebut bisa terjadi karena lansia mulai
menarik diri dari kehidupan sosial, status kesehatannya menurun, penghasilan
berkurang, dan terbatasnya program untuk memberi kesempatan lansia tetap
berinteraksi maupun dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Kreager
(2003) menyatakan bahwa di Jawa Timur terdapat 44,1% lansia bekerja, 32,4%
bekerja dengan mendapatkan upah, dan 23,5% masih ada kegiatan tanpa mendapatkan
imbalan. Mereka yang menerima pensiun hanya sekitar 13,2%, menerima bantuan
makanan 42,9%, dan menerima zakat sebesar 42,9%..
Tipe Diabetes
1. Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin)
Seseorang dikatakan Diabetes tipe I, jika tubuh perlu pasokan insulin dari luar. Hal ini disebabkan karena sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pancreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.
2. Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Diabetes tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pancreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadi gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Biasanya orang yang terkena penyakit diabetes tipe ini yaitu orang dewasa.
Gejala – Gejala Diabetes
Diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik. Gejala untuk diabetes tipe I, antara lain :
• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
Penyakit-penyakit
Jasmani di
Masa Pensiun
A.
Jantung (strooke)
Strooke termasuk
penyakit kardiovaskular (pembuluh darah otak) dan ditandai dengan kematian
jaringan otak (infrak cerebal). Penyakit strook terjadi karena berkurangnya
aliran darah dan oksigen ke otak. Organisasi kesehatan dunia (WTO)
mendefinisikan stroke sebagai sebagai gejala-gejala defisit fungsi susunan
saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak.
Dinegara maju,
strooke atau GPDO (Gangguan Peredaran Darah Otak) merupakan penyebab kematian
nomor tiga setelah penyakit jantung dan kangker. Bahkan di Amerika dan beberapa
negara maju lainya seperti negara-negara eropa, mengkategorikan stroke sebagai
penyakit penyebab utama kematian. Di Indonesia, 500 ribu orang diperkirakan
mengalami serangan strooke setiap tahunnya. Dari jumlah itu, 2,5% diantaranya
adalah meninggal dunia. Sementara sisanya mengalami cacat ringan atau berat.
Sebagai gangguan
sayaraf umum yang timbul secara mendadak dalam waktu singkat, strooke di picu
oleh gangguan aliran darah ke otak akibat penymbatan (ischemic stroke) atau
pendaharan (hamoraghic stroke). Menurut Prof.Dr.Jusuf Miscbah SpS, stroke
terjadi karena aliran darah ke otak secara tiba-tiba terhambat. Hambatan
mendadak ini dapat disebabkan oleh sumbatan lemak atau kolesterol di dalam
pembuluh darah. Tentunya, gangguan tersebut akan menghentikan aliran oksigen
dan nutrisi darah,sehingga sel dan jaringan otak mati.
Jenis-jenis
Strooke
a.
Trombhotic Strooke
Terjadi apabila
ada pembekuan darah yang terbentuk dalam arteri (pembulu darah) dan menghambat
darah masuk ke otak
b.
Embolic Strooke
Terjadi apabila
ada benda-benda asing yang terbentuk dalam saluran pembuluh darah. Jika
pembuluh darah pecah, maka benda-benda asing tersebut mengalir ke pembuluh darah
otak sehingga akhirnya menghabat arteri otak.
c.
Lacunar Strooke
Trejadi karena
ada sumbatan pada beberapa pembuluh darah kecil di otak
d.
Cerebral Stooke
Terjadi jika
areteri di otak sudah pecah dan sel darah menkeluar dari pembuluh darah.
Biasanya terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal.
Strooke disebabkan oleh gaya hidup yang salah,juga karena pola makan yang
tidak baik, beberapa faktor penyebab setrooke adalah :
a.
Kadar lemak darah tinggi akibat kurangnya olah raga
b.
Hematokrit Tinggi
c.
Merokok, perlu diketahui merokok memicu produksi fibrogen (penggumpal
darah) sehingga merangsang timbulnya penyumbatan darah
d.
Kegemukan (obesitas)
e.
Kadar Asam Urat Tinggi
f.
Kurang Olah Raga
g.
Kadar Fibrogen (penggumpal darah) Tinggi
h.
Penyalahgunaan obat-obatan jenis psycotopica (narkoba)
Tanda-tanda (Gejala-gejala) Munculnya Strooke :
a.
Kelumpuhan lengan, tungkai atau salah satu dari sisi tubuh
b.
Hilangnya sebagian dari penglihatan atau pendengaran
c.
Kesemutan pada salah satu sisi tubuh
d.
Penglihatan ganda bahkan gelap
e.
Pusing, mual dan muntah
f.
Bicara tidak jelas
g.
Daya ingat menurun
h.
Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
i.
Tidak mampu mengenali bagian-bagian tubuh
j.
Gerakan yang tidak terbiasa dan tidak terkendali
k.
Sulit mengendalikan kandung kemih
l.
Ketidakseimbangan tubuh dan terjatuh
m.
Pingsan
n.
Gangguan kesadaran, misalnya mudah mengantuk samoau tampak seperti koma
Kelainan
neorologis yang terjadi akibat serangan stokr bisa lebih berat akibat serangan
sroke bisa lebih berat atau lebih luas. Selain itu, stroke menyebabkan depersi
atau ketidaksimbangan mengendalikan emosi.
Belakangan ini,
stroke tidak hanya menyerang orang yang sering atau sedang sakit, tetapi dapat
juga di alami oleh mereka yang secara fisik sehat. Jika dulu stoke cenderung
diderita oleh orang dengan usia 60 tahun lebih, sekarang penyakit tersebut
justru menghinggapi orang muda berusia kurang dari 40 tahunan.
Ilustrasi :
B.
Hipertensi
Hipertensi
merupakan penyakit mematikan di dunia. Namun, hipertensi tidak membunuh
langsung penderitanya. Penyakit tersebut menyerang dengan cara memicu timbulnya
penyakt lain yang tergolong berat dan mematikan. Laporan Komite Nasional
Pencegahan, Deteksi, Evaluasi, dan Penanganan Hipertensi menyatakan bahwa
tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung,
stroke, dan gagal ginjal.
Tekanan darah
tinggi atau hipertensi atau hipertensi sering disebut sebagai silent kiler
(pembuhuh tiba-tiba), sebab seseorang yang mengidap hipertensi selam
bertahun-tahun tanpa menyadarinya hingga terjadi kerusakan organ vital yang
cukup berat, bahkan dapat membawa kematian. Sebagian besar penderita hipertensi
tidak merasakan gejala apapun, sehingga tidak mengetahui dirinya terjangkit
hipertensi. Sementara itu, sebagaian penderita hipertensi mengeluh pusing,
kencang di tengkuk dan dada sering berdebar-debar.
Hipertensi adalah
suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas
normal. Menurut WHO tekanan dianggap normal bila kurang dari 135/85 mmHg,
sedangkan dianggak hipertensi bila lebih dari 140/90 mmHg.
Ilustrasi :
Tabel Klasifikasi Tekanan Darah untuk Dewasa
(Usia di atas 18 tahun)
|
Klasifikasi Tekanan Darah
|
Tekanan Sistolik dan Diastolik (mmHg)
|
|
Normal
|
< 120 dan <80
|
|
Prehipertensi
|
120 – 139 dan 80 – 89
|
|
Hipertensi Stadium I
|
140 – 159 dan 90 – 99
|
|
Hipertensi Stadium II
|
>160 dan > 100
|
Hipertensi dapat
di hindari dengan memperbaiki aya hidup. Beberapa terapi hipetensi tanpa obat
adalah :
a.
Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan
menurunkan berat badanya sampai batas ideal
b.
Mengubah pola makan, sehingga menjadi pola makan yang seimbang dan sehat
c.
Mengurangi konsumi garam samoau kurang 2.3 gram natrium atau 6 gram natrium
klorida setiap harinya.
d.
Mengurangi atau tidak meminum-minuman beralkohol
e.
Olah raga aerobik yang tidak teralu berat
f.
Berhenti merokok
C.
Gangguan atau Serangan jantung
Organisasi
kesehatan dunia (WHO) dan Federasi Jantung Dunia (Word Heart Federation)
mempredikiskan penyakit jantung akan menjadi penyebab kematian utama di
negara-negara asia pada tahun 2010. Bahkan di Indonesaia penyakit ini menjadi
penyebab kematian utama bagai penduduk usaia 40 sampai 50 tahun.
Menurut Dr.
Hananto Andriantoro, SpJP, FIHA, ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah
Sakit jantung Harapan Kita, saat kerja jantung meningkat tekanan darah dan
denyut jantung pun meningkat. Hal ini terjadi ketika seseorang sedang terlalu
gembiara, cemas, terkjut, berolahraga atau stress. Saat itu otomatis jantung
bekerja keras dan membutuhka oksigen kebih banyak. Oksigen tersebut akan di
angkut oleh sel pembuluh darah nerah melalui pembuluh darah koroner. Apabila
pemasukan oksigen tersumbat karena tersumbatnya pembuluh koroner, maka
terjadilah serangan jantung koroener yang banyak menyebabkan kematian.
Gejala-gejala
penyakit jantung ;
a.
Nyeri pada organ tubuh, jika otot tidak mendapatkan darah, maka oksigen
yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau
kejang. Gejala ini bisa disebut angina
yang menimbulkan rasa sesak di dada. Jenis dan beratnya angina bervariasi
pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalaminya mungkin tidak akan
merasakan nyeri sama sekali.
b.
Sesak napas. Gejala ini biasa ditemukan pada gagal jantung. Rasa sesak
napas tersebut diakibatkan masuknya cairan kedalam rongga udara di paru-paru.
c.
Kelelahan. Jika jantung tidak efektif memompa darah, maka aliran darah ke
otot akan berkurang, sehingga menyebabkan kelelahan.
d.
Palpitasi (jantung berdebar-debar)
e.
Pusing dan Pingsan.
Pada tahun 2005
guru besar Universitas Indonesia Prof.Dr. Dede Kusmana, melakukan penelitan
bahwa 99% penyebab penyakit jantung disebabkan karena prubahan gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak
aktif bergerak, kurang atau tidak berolahraga, merokok, mengkonsumsi makan
belemak dan tinggi kolesteerol, dan dihinggapi stress. Karena itu jelas bahwa
gaya hidup sehat menjadi mutlak agar terhidndar dari penyakit jantung.
Berikut ini
beberapa gaya hidup yang bisa mengurangi resiko serangan jantung :
a.
Menurunkan Kolesterol
Dengan diet yang
cermat, kadar kolesterol dapat turun 10-20%, lakukan dengan disiplin dan
teratur sehingga menjadi kebiasaan baik bagi kesehatan jantung kita.
b.
Memperbaiki Pola Makan
b.1. Kurangi
jumlah lemak pada makanan kita
b.2. Ganti lemak
hewani dengan lemak sayur
b.3. Konsumsi
buah dan sayuran segar paling sedikit 5 porsi sehari
b.4. Teruskan
diet mengurangi berat badan yang tidak wajar
b.5. Perbanyak
makanan yang berbahan baku kaya serat seperti gandum, beras merah dan sereal
b.6. Pilihlah
daging dan ayam yang tidak berlemak
b.7. Hindari
makanan yang yang diproses seperti ikan asin, beef, sosis, nugget dan
lain-lain.
b.8. Kurangi
penggunaan santan untuk bahan makanan
b.9. Utamakan
tahu, tempe, dan ika sebagai lauk pauk.
c. Berhenti Merokok
d. Mengendalikan Stress
e. Berhenti mengkonsumsi Al-kohol
D.
Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi berasal dari banyak sumber, mulai dari
sejarah keluarga, stres hingga jenis makanan Anda. Ingin tahu beberapa penyebab
angka kolesterol tinggi, berikut paparannya yang diambil INILAH.COM,
dari berbagai sumber;
1. Diet Anda
Makan terlalu banyak lemak jenuh dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Biasanya ditemukan lemak tak sehat dalam makanan yang berasal dari hewan. Daging sapi, babi, anak sapi, susu, telur, mentega, dan keju mengandung lemak jenuh.
Makanan kemasan yang mengandung minyak kelapa, kelapa sawit, kakao atau mentega dapat mengandung banyak lemak jenuh. Anda juga akan menemukan lemak jenuh dalam mentega, minyak sayur, dan sebagian besar kue, kerupuk, keripik, dan makanan ringan lainnya.
2. Berat Badan Anda
Lemak perut Anda tidak hanya buruk bagi kehidupan sosial. Kegemukan yang dapat meningkatkan dan menurunkan HDL triglicerides, atau kolesterol baik.
3. Aktivitas Kerja
Turun dari tempat dudukmu dan bergeraklah! Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat, dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.
4. Umur dan jenis kelamin
Setelah mencapai usia 20, kadar kolesterol Anda alami mulai bangkit. Pada laki-laki, umumnya kadar kolesterol tinggi menetap setelah umur 50. Pada perempuan, kolesterol tinggi tetap cukup rendah sampai mati haid, setelah itu naik ke sekitar tingkat yang sama seperti pada laki-laki.
5. Kesehatan Tubuh
Jangan melewatkan pemeriksaan fisik tahunan Anda, dan pastikan agar dokter menjelaskan risiko penyakit jantung Anda. Memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipotiroidisme, dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Jika ada anggota keluarga mengidap kolesterol tinggi, bisa jadi Anda juga memiliki bakat.
7. Merokok
Anda pasti sudah tahu yang satu ini. Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda. Dan rokok dapat membunuh Anda. Jadi mengapa tidak berhenti?
1. Diet Anda
Makan terlalu banyak lemak jenuh dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Biasanya ditemukan lemak tak sehat dalam makanan yang berasal dari hewan. Daging sapi, babi, anak sapi, susu, telur, mentega, dan keju mengandung lemak jenuh.
Makanan kemasan yang mengandung minyak kelapa, kelapa sawit, kakao atau mentega dapat mengandung banyak lemak jenuh. Anda juga akan menemukan lemak jenuh dalam mentega, minyak sayur, dan sebagian besar kue, kerupuk, keripik, dan makanan ringan lainnya.
2. Berat Badan Anda
Lemak perut Anda tidak hanya buruk bagi kehidupan sosial. Kegemukan yang dapat meningkatkan dan menurunkan HDL triglicerides, atau kolesterol baik.
3. Aktivitas Kerja
Turun dari tempat dudukmu dan bergeraklah! Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat, dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.
4. Umur dan jenis kelamin
Setelah mencapai usia 20, kadar kolesterol Anda alami mulai bangkit. Pada laki-laki, umumnya kadar kolesterol tinggi menetap setelah umur 50. Pada perempuan, kolesterol tinggi tetap cukup rendah sampai mati haid, setelah itu naik ke sekitar tingkat yang sama seperti pada laki-laki.
5. Kesehatan Tubuh
Jangan melewatkan pemeriksaan fisik tahunan Anda, dan pastikan agar dokter menjelaskan risiko penyakit jantung Anda. Memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipotiroidisme, dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Jika ada anggota keluarga mengidap kolesterol tinggi, bisa jadi Anda juga memiliki bakat.
7. Merokok
Anda pasti sudah tahu yang satu ini. Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda. Dan rokok dapat membunuh Anda. Jadi mengapa tidak berhenti?
Ilustrasi :
E.
Kanker
Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan
berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri,
selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar
melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf
tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada
penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan
membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi
penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak
dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya.
Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh,
mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh,
akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu
akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul
gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. Kangker
F.
Obesitas
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai
akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak
tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat
panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak
tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria[rujukan?].
Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar
25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari
30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari
nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
·
Obesitas
ringan : kelebihan berat badan 20-40%
·
Obesitas
sedang : kelebihan berat badan 41-100%
·
Obesitas
berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak
5% dari antara orang-orang yang gemuk).
Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang
ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran
lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun
lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir.
Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga
memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan
sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir
dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
G.
Dibetes Melitus (Penyakit Gula)
Penyakit Diabetes atau lebih
lengkapnya Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan
upaya penanganan yang tepat dan serius. Orang-orang biasanya menyebutnya dengan
penyakit gula.
Diabetes Mellitus itu didefinisikan sebagai penyakit dimana tubuh penderita tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga terjadi kelebihan gula di dalam tubuh. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh.
Diabetes Mellitus itu didefinisikan sebagai penyakit dimana tubuh penderita tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga terjadi kelebihan gula di dalam tubuh. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh.
Tipe Diabetes
1. Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin)
Seseorang dikatakan Diabetes tipe I, jika tubuh perlu pasokan insulin dari luar. Hal ini disebabkan karena sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pancreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.
2. Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Diabetes tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pancreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadi gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Biasanya orang yang terkena penyakit diabetes tipe ini yaitu orang dewasa.
Gejala – Gejala Diabetes
Diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik. Gejala untuk diabetes tipe I, antara lain :
• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar