MANAJEMEN KESEHATAN PURNABHAKTI

Tahukah Anda ?
Proyeksi penduduk serta estimasi rata-rata harapan hidup penduduk Indonesia menunjukkan transisi demografi yang cukup signifikan. Pada tahun 2005 rata-rata usia harapan hidup sekitar 67,8 tahun meningkat menjadi 70 tahun antara tahun 2005-2010. Persentase penduduk lanjut usia, yaitu seseorang yang berusia di atas 60 tahun, sekitar 9,5% pada tahun 2005 akan menjadi 11% atau sekitar 28 juta pada tahun 2020 (Bappenas, BPS, dan UNFPA, 2005).
Dari segi kesehatan, hasil survey Kesehatan Rumah Tangga tahun 2002 menunjukkan bahwa penyakit hipertensi berada pada urutan pertama diderita lansia (42,9%), diikuti oleh penyakit sendi (39,6%), anemia (46,3%), dan penyakit jantung dan pembuluh darah (10,7%). Lansia yang mengalami keterbatasan fungsi tubuh sekitar 88,9% dan keterbatasan partisipasi sekitar 43,4% (Depkes RI, 2002).
Hal ini menunjukkan bahwa transisi demografi akan membawa akibat terjadinya transisi epidemiologi, Dapat diprediksi bahwa penyakit degeneratif dan keganasan juga akan makin sering dijumpai sehingga pasien geriatric yang antara lain ditandai dengan penyakit multipatologi akan memerlukan pertolongan. Masalah psikososial yang sering dijumpai pada lansia menambah berat beban keluarga dan masyarakat. Dari segi sosial, lansia mengalami penurunan interaksi antara diri lansia dengan kelompok. Pada interaksi ini kelompok yang lebih mempunyai kuasa akan mendapatkan keuntungan yang besar, yang pada umumnya adalah kelompok yang lebih muda. Hal tersebut bisa terjadi karena lansia mulai menarik diri dari kehidupan sosial, status kesehatannya menurun, penghasilan berkurang, dan terbatasnya program untuk memberi kesempatan lansia tetap berinteraksi maupun dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Kreager (2003) menyatakan bahwa di Jawa Timur terdapat 44,1% lansia bekerja, 32,4% bekerja dengan mendapatkan upah, dan 23,5% masih ada kegiatan tanpa mendapatkan imbalan. Mereka yang menerima pensiun hanya sekitar 13,2%, menerima bantuan makanan 42,9%, dan menerima zakat sebesar 42,9%.. 



Penyakit-penyakit Jasmani di Masa Pensiun

A.      Jantung (strooke)
Strooke termasuk penyakit kardiovaskular (pembuluh darah otak) dan ditandai dengan kematian jaringan otak (infrak cerebal). Penyakit strook terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Organisasi kesehatan dunia (WTO) mendefinisikan stroke sebagai sebagai gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak.
Dinegara maju, strooke atau GPDO (Gangguan Peredaran Darah Otak) merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kangker. Bahkan di Amerika dan beberapa negara maju lainya seperti negara-negara eropa, mengkategorikan stroke sebagai penyakit penyebab utama kematian. Di Indonesia, 500 ribu orang diperkirakan mengalami serangan strooke setiap tahunnya. Dari jumlah itu, 2,5% diantaranya adalah meninggal dunia. Sementara sisanya mengalami cacat ringan atau berat.
Sebagai gangguan sayaraf umum yang timbul secara mendadak dalam waktu singkat, strooke di picu oleh gangguan aliran darah ke otak akibat penymbatan (ischemic stroke) atau pendaharan (hamoraghic stroke). Menurut Prof.Dr.Jusuf Miscbah SpS, stroke terjadi karena aliran darah ke otak secara tiba-tiba terhambat. Hambatan mendadak ini dapat disebabkan oleh sumbatan lemak atau kolesterol di dalam pembuluh darah. Tentunya, gangguan tersebut akan menghentikan aliran oksigen dan nutrisi darah,sehingga sel dan jaringan otak mati.

Jenis-jenis Strooke
a.       Trombhotic Strooke
Terjadi apabila ada pembekuan darah yang terbentuk dalam arteri (pembulu darah) dan menghambat darah masuk ke  otak
b.       Embolic Strooke
Terjadi apabila ada benda-benda asing yang terbentuk dalam saluran pembuluh darah. Jika pembuluh darah pecah, maka benda-benda asing tersebut mengalir ke pembuluh darah otak sehingga akhirnya menghabat arteri otak.
c.       Lacunar Strooke
Trejadi karena ada sumbatan pada beberapa pembuluh darah kecil di otak
d.       Cerebral Stooke
Terjadi jika areteri di otak sudah pecah dan sel darah menkeluar dari pembuluh darah. Biasanya terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal.

Strooke disebabkan oleh gaya hidup yang salah,juga karena pola makan yang tidak baik, beberapa faktor penyebab setrooke adalah :
a.       Kadar lemak darah tinggi akibat kurangnya olah raga
b.       Hematokrit Tinggi
c.       Merokok, perlu diketahui merokok memicu produksi fibrogen (penggumpal darah) sehingga merangsang timbulnya penyumbatan darah
d.       Kegemukan (obesitas)
e.       Kadar Asam Urat Tinggi
f.        Kurang Olah Raga
g.       Kadar Fibrogen (penggumpal darah) Tinggi
h.       Penyalahgunaan obat-obatan jenis psycotopica (narkoba)

Tanda-tanda (Gejala-gejala) Munculnya Strooke :
a.       Kelumpuhan lengan, tungkai atau salah satu dari sisi tubuh
b.       Hilangnya sebagian dari penglihatan atau pendengaran
c.       Kesemutan pada salah satu sisi tubuh
d.       Penglihatan ganda bahkan gelap
e.       Pusing, mual dan muntah
f.        Bicara tidak jelas
g.       Daya ingat menurun
h.       Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
i.         Tidak mampu mengenali bagian-bagian tubuh
j.         Gerakan yang tidak terbiasa dan tidak terkendali
k.       Sulit mengendalikan kandung kemih
l.         Ketidakseimbangan tubuh dan terjatuh
m.     Pingsan
n.       Gangguan kesadaran, misalnya mudah mengantuk samoau tampak seperti koma
Kelainan neorologis yang terjadi akibat serangan stokr bisa lebih berat akibat serangan sroke bisa lebih berat atau lebih luas. Selain itu, stroke menyebabkan depersi atau ketidaksimbangan mengendalikan emosi.
Belakangan ini, stroke tidak hanya menyerang orang yang sering atau sedang sakit, tetapi dapat juga di alami oleh mereka yang secara fisik sehat. Jika dulu stoke cenderung diderita oleh orang dengan usia 60 tahun lebih, sekarang penyakit tersebut justru menghinggapi orang muda berusia kurang dari 40 tahunan.
Ilustrasi :







B.      Hipertensi
Hipertensi merupakan penyakit mematikan di dunia. Namun, hipertensi tidak membunuh langsung penderitanya. Penyakit tersebut menyerang dengan cara memicu timbulnya penyakt lain yang tergolong berat dan mematikan. Laporan Komite Nasional Pencegahan, Deteksi, Evaluasi, dan Penanganan Hipertensi menyatakan bahwa tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi atau hipertensi sering disebut sebagai silent kiler (pembuhuh tiba-tiba), sebab seseorang yang mengidap hipertensi selam bertahun-tahun tanpa menyadarinya hingga terjadi kerusakan organ vital yang cukup berat, bahkan dapat membawa kematian. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala apapun, sehingga tidak mengetahui dirinya terjangkit hipertensi. Sementara itu, sebagaian penderita hipertensi mengeluh pusing, kencang di tengkuk dan dada sering berdebar-debar.
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Menurut WHO tekanan dianggap normal bila kurang dari 135/85 mmHg, sedangkan dianggak hipertensi bila lebih dari 140/90 mmHg.
Ilustrasi :




 Tabel Klasifikasi Tekanan Darah untuk Dewasa (Usia di atas 18 tahun)
Klasifikasi Tekanan Darah
Tekanan Sistolik dan Diastolik (mmHg)
Normal
< 120 dan <80
Prehipertensi
120 – 139 dan 80 – 89
Hipertensi Stadium I
140  – 159 dan 90 – 99
Hipertensi Stadium II
>160 dan > 100


Hipertensi dapat di hindari dengan memperbaiki aya hidup. Beberapa terapi hipetensi tanpa obat adalah :
a.       Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan menurunkan berat badanya sampai batas ideal
b.       Mengubah pola makan, sehingga menjadi pola makan yang seimbang dan sehat
c.       Mengurangi konsumi garam samoau kurang 2.3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya.
d.       Mengurangi atau tidak meminum-minuman beralkohol
e.       Olah raga aerobik yang tidak teralu berat
f.        Berhenti merokok

C.     Gangguan atau Serangan jantung
Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Federasi Jantung Dunia (Word Heart Federation) mempredikiskan penyakit jantung akan menjadi penyebab kematian utama di negara-negara asia pada tahun 2010. Bahkan di Indonesaia penyakit ini menjadi penyebab kematian utama bagai penduduk usaia 40 sampai 50 tahun.
Menurut Dr. Hananto Andriantoro, SpJP, FIHA, ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit jantung Harapan Kita, saat kerja jantung meningkat tekanan darah dan denyut jantung pun meningkat. Hal ini terjadi ketika seseorang sedang terlalu gembiara, cemas, terkjut, berolahraga atau stress. Saat itu otomatis jantung bekerja keras dan membutuhka oksigen kebih banyak. Oksigen tersebut akan di angkut oleh sel pembuluh darah nerah melalui pembuluh darah koroner. Apabila pemasukan oksigen tersumbat karena tersumbatnya pembuluh koroner, maka terjadilah serangan jantung koroener yang banyak menyebabkan kematian.
Gejala-gejala penyakit jantung ;
a.       Nyeri pada organ tubuh, jika otot tidak mendapatkan darah, maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Gejala ini bisa disebut angina yang menimbulkan rasa sesak di dada. Jenis dan beratnya angina bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalaminya mungkin tidak akan merasakan nyeri sama sekali.
b.       Sesak napas. Gejala ini biasa ditemukan pada gagal jantung. Rasa sesak napas tersebut diakibatkan masuknya cairan kedalam rongga udara di paru-paru.
c.       Kelelahan. Jika jantung tidak efektif memompa darah, maka aliran darah ke otot akan berkurang, sehingga menyebabkan kelelahan.
d.       Palpitasi (jantung berdebar-debar)
e.       Pusing dan Pingsan.
Pada tahun 2005 guru besar Universitas Indonesia Prof.Dr. Dede Kusmana, melakukan penelitan bahwa 99% penyebab penyakit jantung disebabkan karena prubahan gaya hidup.   Gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak aktif bergerak, kurang atau tidak berolahraga, merokok, mengkonsumsi makan belemak dan tinggi kolesteerol, dan dihinggapi stress. Karena itu jelas bahwa gaya hidup sehat menjadi mutlak agar terhidndar dari penyakit jantung.
Berikut ini beberapa gaya hidup yang bisa mengurangi resiko serangan jantung :
a.       Menurunkan Kolesterol
Dengan diet yang cermat, kadar kolesterol dapat turun 10-20%, lakukan dengan disiplin dan teratur sehingga menjadi kebiasaan baik bagi kesehatan jantung kita.
b.       Memperbaiki Pola Makan
b.1. Kurangi jumlah lemak pada makanan kita
b.2. Ganti lemak hewani dengan lemak sayur
b.3. Konsumsi buah dan sayuran segar paling sedikit 5 porsi sehari
b.4. Teruskan diet mengurangi berat badan yang tidak wajar
b.5. Perbanyak makanan yang berbahan baku kaya serat seperti gandum, beras merah dan sereal
b.6. Pilihlah daging dan ayam yang tidak berlemak
b.7. Hindari makanan yang yang diproses seperti ikan asin, beef, sosis, nugget dan lain-lain.
b.8. Kurangi penggunaan santan untuk bahan makanan
b.9. Utamakan tahu, tempe, dan ika sebagai lauk pauk.
c. Berhenti Merokok
d. Mengendalikan Stress
e. Berhenti mengkonsumsi Al-kohol

D.     Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi berasal dari banyak sumber, mulai dari sejarah keluarga, stres hingga jenis makanan Anda. Ingin tahu beberapa penyebab angka kolesterol tinggi, berikut paparannya yang diambil INILAH.COM, dari berbagai sumber;
1. Diet Anda
Makan terlalu banyak lemak jenuh dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Biasanya ditemukan lemak tak sehat dalam makanan yang berasal dari hewan. Daging sapi, babi, anak sapi, susu, telur, mentega, dan keju mengandung lemak jenuh.
Makanan kemasan yang mengandung minyak kelapa, kelapa sawit, kakao atau mentega dapat mengandung banyak lemak jenuh. Anda juga akan menemukan lemak jenuh dalam mentega, minyak sayur, dan sebagian besar kue, kerupuk, keripik, dan makanan ringan lainnya.
2. Berat Badan Anda
Lemak perut Anda tidak hanya buruk bagi kehidupan sosial. Kegemukan yang dapat meningkatkan dan menurunkan HDL triglicerides, atau kolesterol baik.
3. Aktivitas Kerja
Turun dari tempat dudukmu dan bergeraklah! Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat, dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.
4. Umur dan jenis kelamin
Setelah mencapai usia 20, kadar kolesterol Anda alami mulai bangkit. Pada laki-laki, umumnya kadar kolesterol tinggi menetap setelah umur 50. Pada perempuan, kolesterol tinggi tetap cukup rendah sampai mati haid, setelah itu naik ke sekitar tingkat yang sama seperti pada laki-laki.
5. Kesehatan Tubuh
Jangan melewatkan pemeriksaan fisik tahunan Anda, dan pastikan agar dokter menjelaskan risiko penyakit jantung Anda. Memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipotiroidisme, dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Jika ada anggota keluarga mengidap kolesterol tinggi, bisa jadi Anda juga memiliki bakat.
7. Merokok
Anda pasti sudah tahu yang satu ini. Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda. Dan rokok dapat membunuh Anda. Jadi mengapa tidak berhenti?
Ilustrasi :







E.      Kanker
Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. Kangker

F.      Obesitas
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria[rujukan?]. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
·         Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
·         Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
·         Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).
Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.

G.     Dibetes Melitus (Penyakit Gula)
Penyakit Diabetes atau lebih lengkapnya Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Orang-orang biasanya menyebutnya dengan penyakit gula.

Diabetes Mellitus itu didefinisikan sebagai penyakit dimana tubuh penderita tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga terjadi kelebihan gula di dalam tubuh. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh.

Tipe Diabetes
1. Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin)
Seseorang dikatakan Diabetes tipe I, jika tubuh perlu pasokan insulin dari luar. Hal ini disebabkan karena sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pancreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.

2. Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Diabetes tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pancreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadi gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Biasanya orang yang terkena penyakit diabetes tipe ini yaitu orang dewasa.

Gejala – Gejala Diabetes
Diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak (di bawah 20 tahun), sebagai akibat dari adanya kelainan genetika, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik. Gejala untuk diabetes tipe I, antara lain :
• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni




Tidak ada komentar:

Posting Komentar